Kamu pikir Our Beloved Summer atau My Mister sudah cukup bikin nangis? Tunggu sampai kamu nyoba film Iran.
Serius. Film Iran punya cara tersendiri untuk menghancurkan perasaan. Bukan lewat OST yang melankolis atau adegan hujan yang dramatis, tapi lewat situasi yang terasa terlalu nyata dan terlalu dekat. Nggak ada musik pengiring yang memanipulasi emosimu. Yang ada cuma hidup, dalam bentuknya yang paling mentah.
Ini dia lima film yang layak masuk watchlist kamu malam ini. Siapkan tisu!
1. A Separation (2011) | Asghar Farhadi
| Payman Maadi dan Sarina Farhadi. |
Sepasang suami-istri mau cerai. Sang suami nggak mau meninggalkan ayahnya yang pikun dan butuh perawatan. Sang istri mau pindah ke luar negeri untuk masa depan anak mereka. Keduanya benar. Keduanya salah. Film ini nggak berpihak ke siapapun, dan itu yang bikin menonton rasanya seperti duduk di tengah-tengah pertengkaran keluarga sendiri.
Spoiler ringan: ada satu adegan di mana si anak, Termeh, diminta memilih antara ayah atau ibunya. Ekspresi wajahnya di detik-detik itu cukup untuk merusak harimu.
Cocok untuk: yang suka drama keluarga realistis tanpa villain jelas.
2. Children of Heaven (1997) | Majid Majidi
| Sepatu di Children of Heaven (1997) |
Ali menghilangkan sepatu adik perempuannya dan takut memberitahu orang tua karena mereka terlalu miskin untuk beli yang baru. Solusinya: mereka bergantian pakai satu pasang sepatu Ali setiap hari. Dengan cara adiknya memakai sepatu di pagi hari, sedangkan Ali siang hari. Mereka lari-larian agar tidak terlambat.
Ini film tentang anak-anak, tapi bukan untuk anak-anak. Kesedihan di sini bukan soal tangisan, tetapi lebih ke rasa sesak di dada karena melihat dua orang kecil menanggung beban yang seharusnya bukan urusan mereka.
Cocok untuk: yang butuh film pendek dan padat. Durasinya cuma 89 menit.
3. The Salesman (2016) | Asghar Farhadi
| Mina Sadati di film The Salesman (2016). |
Sepasang suami-istri pindah ke apartemen baru setelah rumah lama mereka retak. Suatu malam, sang istri diserang oleh tamu yang mengira dia adalah perempuan sebelumnya yang tinggal di sana. Suaminya ingin membalas dendam. Istrinya tidak mau.
Film ini sebenarnya tentang jarak yang tumbuh antara dua orang setelah satu kejadian traumatis — dan bagaimana cara mereka menghadapinya berbeda seratus delapan puluh derajat. Ada satu adegan di babak akhir yang akan kamu ingat berhari-hari.
Cocok untuk: yang suka drama psikologis dengan tempo lambat tapi intens.
4. The Color of Paradise (1999) | Majid Majidi
| Mohsen Ramezani dan Elham Sharifi. |
Mohammad adalah anak tunanetra yang sangat pintar, sangat periang, sangat ingin dicintai ayahnya. Ayahnya malu punya anak dengan disabilitas dan lebih memilih menikah lagi daripada mengurus Mohammad.
Tidak banyak film yang bisa membuatmu marah dan menangis dalam waktu bersamaan, tapi The Color of Paradise melakukannya tanpa banyak usaha. Cara Mohammad "melihat" dunia lewat sentuhan dan suara adalah salah satu momen paling indah sekaligus paling menyakitkan dalam sejarah sinema.
Cocok untuk: yang kuat nonton film dengan ending yang tidak memberi ketenangan.
5. Leila's Brothers (2022) — Saeed Roustaee
| Taraneh Alidoosti dan Navid Mohammadzadeh. |
Leila berjuang sendirian menghidupi empat saudara laki-lakinya yang dewasa tapi tidak berdaya. Ayahnya lebih peduli pada prestise keluarga besar daripada masa depan anak-anaknya sendiri. Durasi 165 menit terasa seperti ikut hidup bersama keluarga ini selama bertahun-tahun.
Film ini tayang di Cannes 2022 dan menuai standing ovation — tapi bukan karena indah. Karena menyakitkan dengan cara yang terlalu familiar bagi siapapun yang pernah merasa menanggung keluarga seorang diri.
Cocok untuk: yang sudah siap mental, karena ini bukan tontonan santai.
Semua film di atas bisa ditemukan di berbagai platform streaming atau situs unduhan legal. Mulai dari mana?
Kalau baru pertama kali nonton film Iran, Children of Heaven adalah pintu masuk yang paling aman untuk awalan. Setelah itu, mungkin beberapa dari kalian akan ketagihan menonton film Iran yang lainnya.

Tidak ada komentar:
Love you! Yuk, tulis komentar kalian.